PSGnews

the Lava Pijar

FEATURED SIDOARJO SPORTS

Babak Baru Trial Kahfi deRossi ke Assumption United Thailand

MAKANAN MAHAL: Gelandang serba bisa Kahfi deRossi menerima jamuan Coach Romanus yang landing di Bandara Juanda, Sidoarjo, dari Bangkok, Thailand, Sabtu sore (10/1/2026). (Foto: SG/Swafoto)

PSGunika.NetProgram trial pesepakbola muda Kahfi deRossi ke Thailand memasuki babak baru. Yakni persiapan di Bangkok, juga hal-hal yang perlu lakukan nantinya selama masa training.

Banner PSG Unika Net

Informasi tersebut, terungkap pada pertemuan Kahfi deRossi, Sabtu (10/1/2026) sore di tempat makan Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur. Semula point meeting di Terminal 2 Internasional, karena pesawat Air Asia yang membawa Coach Romanus Seran Bria dari Bangkok landing di situ.

Namun shuttle bus hanya ada waktu satu menit untuk mengantar ke Terminal 1. Sehingga pertemuan bergeser. Sebab Coach Romanus bareng Bus DAMRI langsung ke Bungurasih untuk melanjutkan perjalanan di Jawa Timur.

Makanya pertemuan singkat sembari jamuan makan sore di area food court lobby bandara. Di sini, pelatih grassroot lisensi Thailand ini, merogoh kocek Rp265 ribu. Untuk citarasa ‘sekelas’ warteg. Dengan harga relatif ‘mahal’, cuma dapat 3 porsi makan, dan 2 air mineral 3-ribuan. Sebab Coach Romanus bawa minum sendiri. Hehehe.

“Seperti saya bilang. Setelah tahun baru, sibuk bolak-balik Thailand – Indonesia. Salah satunya mempersiapkan deRossi selama trial di Bangkok. Juga nanti ada tim dari Jakarta, akan mengikuti turnamen internasional,” katanya.

Banner PSG Unika Net

Dia membeberkan, tanggal 1 Januari, terbang ke Bangkok dari Jakarta. Selama di sana, Romanus menggelar rapat dengan pihak klub yang akan menampung deRossi. Untuk menjalani latihan, Assumption United. Juga mempersiapkan apartemen.

“Sudah sepakat. Nanti trial di Assumption selama dua pekan. Semacam seleksi juga, sehingga nanti, kalau mereka cocok. Baru dapat kontrak. Tapi kalau tidak, saya juga sudah komunikasi dengan klub lain,” jelasnya.

Sekitar paling lama dua bulan. Balik Indonesia, nanti balik lagi. Karena terkait izin tinggal. Katanya, kalau ada klub menerima, baru mengurus dokumen lainnya. “Untuk rekomendasi buat deRossi selama mengikuti trial/seleksi di klub-klub Thai League. Nanti dari Akademi Internazionale Thailand,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia balik ke Indonesia, membuat pertemuan untuk menyampaikan informasi tersebut. “Yang penting selama di sana kuncinya disiplin berlatih. Tidak keluar malam, dan HP harus menyala. Karena saya juga banyak urusan lain, di sana juga melatih, serta bolak-balik Tanah air. Apalagi pihak KBRI juga wanti-wanti untuk menjaga anak-anak Indonesia,” beber Romanus.

Romanus memastikan berangkat nanti rombongan sama tim dari Indonesia. Sekitar 5 Februari ikut turnamen di Bangkok. “Tanggal 27 Januari saya urus tiket semuanya. Berangkat bareng-bareng. Supaya lebih aman deRossi tidak berangkat sendiri. Karena imigrasi sangat ketat. Harus jelas tiket pulang pergi baru kasih izin perjalanan,” urainya.

Di kesempatan itu, deRossi menanyakan model latihan di sana. Dan Romanus menjawab, kalau fisik pakai bola, menerapkan sepak bola modern. “Kalau begitu, paham saya. Dengan program latihan klub, jadi selama persiapan, sudah melakukan di Surabaya,” ungkap pemain tempaan kompetisi Liga Persebaya ini.

Banner PSG Unika Net

Diketahui, deRossi mendapatkan kesempatan trial, melalui pemantauan selama di Liga Persebaya lewat live streaming bersama klub Sasana Bhakti. Puncaknya saat turut membawa tim Semut Hitam finalis Liga 4 Piala Wali Kota Surabaya 2025.

“Sudah saya lihat dari tayangan video, juga CV yang ada. Dan melihat secara langsung. deRossi punya skill, dan punya kemampuan sama baiknya. Bermain sebagai pemain bertahan, gelandang, dan penyerang. Nanti kekurangannya bisa diperbaiki selama trial di Assumption United,” sambung Romanus.

Menurutnya, program trial ini, untuk memberikan alternatif, bagi anak-anak Indonesia. Yang tidak terjangkau klub lokal, maupun timnas. Tapi dia punya potensi. “Ada anak-anak sebelumnya yang ikut trial, terpaksa kita pulangkan. Karena tidak disiplin, dan keluar malam. Namanya ya kita harus menjaga anak-anak, saya sangat ketat dan disiplin,” tandasnya.

Di sisi lain, deRossi yang juga biasa latihan, sekaligus menjadi duta SSB PSG Soccer School Gununganyar. Nantinya diharapkan banyak menimba ilmu selama trial, agar bisa menularkan ke adik-adiknya. Saat kembali ke Tanah air.

“Syukur-syukur bisa keterima klub Liga Thailand. Bisa lebih banyak lagi ilmu sepak bola modern dari negara paling banyak gelar se-ASEAN ini,” sergah Harun, pengurus harian PSG Soccer School.

Untuk itu, Romanus juga berharap. Ke depannya, bagi anak-anak, atau tim di Indonesia. Supaya berkomunikasi dengan PSG Soccer School, kalau ingin ikut turnamen internasional di Thailand. Maupun ikut trial/seleksi di klub-klub Thai League.

“Saya harap. Nanti PSG Soccer School, juga membuka program akademi. Nanti pemainnya mendapatkan kesempatan trial ke Thailand. Jadi ada alternatif pilihan berkarir sepak bola tidak hanya di dalam negeri, tapi juga bisa keluar negeri,” sambung Romanus.

Mendapat masukan, Harun pun antusias. Ke depannya, jika memungkinkan. Menurutnya, bahwa bisa dari menggelar seleksi, atau binaan sendiri. “Kalau usia di bawah 12 tahun. Bisa ikut turnamen lokal, baru bersiap sekaligus sport tourism ke Thailand. Sedangkan yang usia 13, 15 dan 17 ikut Soeratin dulu. Dan yang usia di atasnya, main di Liga 4 seperti deRossi,” jelasnya.

Pertemuan singkat yang cukup menarik ini berakhir saat kondektur bus mengingatkan waktu pemberangkatan tiba. “Nanti Selasa, atau pekan ini, ketemu lagi di lapangan,” sahut Romanus menutup pembicaraan. (Redaksi)

Visited 12 times, 1 visit(s) today
Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page