PSGnews

the Lava Pijar

BERITA SPORTS SURABAYA

Yo Ngaji Yo Balbalan 3 Bocah Inspirasi Homeschooling

Yo Ngaji Yo Balbalan
CINTA SEPAK BOLA: anak-anak pesantren suka cita bisa berlatih sepak bola bareng coach SSB PSG, Jumat pagi (15/8/2025) di Semolowaru, Surabaya. (SG/REDAKSI)

SURABAYA, PSGunika.Net – Lagi tren istilah, Yo ngaji Yo balbalan, ini mungkin tepat buat tiga anak pesantren di kawasan Semolowaru, Surabaya ini. Mereka adalah Salman, Oki dan Zidane, semuanya seumuran 8 tahun.

Banner PSG Unika Net

Namun soal pendidikan juga tetap menjadikan perhatian utama, meskipun berani beda dengan umumnya. Yakni homeschooling. Bagi atlet mungkin sudah biasa, tapi kalau buat tiga bocah tersebut. Yo Ngaji Yo Balbalan?

Wow itu luar biasa! Bener, orang tua atau wali mereka lebih berani keluar dari pendidikan umumnya. Yaitu madep mantep untuk mendahulukan pendidikan agama, lalu minat bakat, disertai praktek lapangan langsung.

Tujuan jangka pendeknya. Mereka dicetak menjadi lulusan yang siap bekerja dan terjun di masyarakat. Namun garis besarnya adalah menjadi rahmatan Lil alamin.

Menurut keterangan orang tuanya, sejak subuh mereka sangat antusias menunggu latihan perdana sepak bola, Jumat pagi (15/8/2025). Setelah deal dengan pembina SSB PSG Soccer School di Gununganyar, Surabaya.

Banner PSG Unika Net

“Anak-anak kalau setiap sore mengaji, lanjut les. Nah kebetulan mereka sebelumnya ikut futsal. Tapi belakangan pengin sepak bola ikut SSB. Alhamdulillah setelah menghubungi beberapa nomor, hanya PSG ini yang nyambung,” katanya.

Di pesantrennya, anak didiknya tidak hanya sepak bola. Tapi juga ada ikut renang hingga nge-gym.

“Mungkin kalau ada anak-anak yang saat ini tidak sekolah. Maupun yang ingin ikut homeschooling. Bisa, dan tidak perlu khawatir nanti juga punya ijazah formal. Kami cuma mengutamakan praktek lapangan atau kerja langsung,” tuturnya.

Hal ini diakui Harun, Pembina SSB PSG, yang kebetulan juga mengenal lebih dekat.

Banner PSG Unika Net

“Kalau atlet homeschooling itu lumrah. Nah ini saya baru tahu. Pilih homeschooling untuk pendidikannya walaupun belum atlet. Tapi saya yakin insyaallah kemungkinan jadinya sangat besar, apalagi akhlaknya bagus. Juga cerdas, ini bukti pendidikan agama dan akhlak harus sejak dini,” ungkapnya.

Saat mereka ditanya, apakah main hape. Kompaknya menjawab tidak, karena masih SD. Sedang tahu sepak bola dari menonton YouTube dengan terbatas. Tapi ini sudah cukup untuk mencintai olahraga paling populer di dunia ini.

“Anak-anak cara mainnya percaya diri dan berani. Juga perhatian materi, sehingga cepat paham. Ya semoga mengikuti jejak pendahulunya menjadi pesepakbola profesional. Meski terlahir dari kompetisi liga santri maupun antar panti asuhan,” pungkasnya. (red)

Visited 32 times, 1 visit(s) today
Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page