

SURABAYA, PSGunika.net – Tampil sebagai salah satu peserta turnamen sepak bola usia dini U-12 Pahlawan Cup 2025 di Desa Janti, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (26/10/2025) lusa, PSG Soccer School memprioritaskan menit bermain bagi siswanya.
Oleh karena itu, PSG Soccer School sebisa mungkin akan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pemain. Sehingga semua pemain dapat merasakan atmosfer pertandingan.
Kendati demikian, bagi pemain yang bermain bagus. Maka tim pelatih dapat memberikan kesempatan lagi, bahkan menit tambahan pada pertandingan berikutnya.
“Anak-anak yang akan bertanding nanti di Piala Pahlawan, didominasi oleh para pemain pemula. Boleh jadi besok turnamen pertama mereka. Makanya hasil bukan utama, seperti program SSB modern. Tapi kesempatan bermain jadi prioritas,” ujar Harun Ketua Harian PSG Soccer School.
Menurutnya, selama latihan di sekolah sepak bola (SSB), anak-anak tim berjuluk the Lava Pijar itu, banyak menerima latihan dasar, simulasi tim sampai sesi game.
“Tahapan selanjutnya adalah memberikan ujian mengikuti turnamen umum. Di sini, nanti akan kelihatan mental tanding untuk ke depannya membentuk mental juara,” tuturnya.
Pria yang juga pengurus Askot PSSI Surabaya ini menambahkan, bahwa terkadang saat latihan dan bertanding berbeda. “Ada siswa yang saat latihan begitu percaya diri. Tetapi tak jarang yang saat latin biasa saja, namun waktu turnamen main bagus,” katanya.
Selain itu, Harun juga berharap, siswa yang sudah terkumpul dalam satu tim ini. Ke depannya tetap solid, tujuannya agar bisa tumbuh berkembang secara tim, sehingga lebih mudah meraih prestasi.
“Usia 12 tahun, kalau terus bersama. Kemudian solid dan rutin mengikuti turnamen berikutnya, insyaallah tahun depan bisa tampil bareng di agenda nasional PSSI, yakni Piala Soeratin U-13,” timpalnya.
Sementara, pada turnamen kali ini, PSG tergabung dalam grup A. Dengan lawan-lawan yang berpengalaman. Seperti tuan rumah SSB 26 FC, Rungkut FC dan Internal Mojokerto.
“Dalam sepak bola tidak ada yang tidak mungkin. Kalau anak-anak bisa bermain seperti saat latihan, yakin bisa berbicara dalam turnamen kali ini. Tapi yang utama bermain sportif dan respek kepada lawan, wasit, serta panitia,” pungkasnya. (har)



































