
SURABAYA — Prestasi olahraga sejak usia dini membutuhkan lebih dari sekadar latihan keras. Dukungan keluarga, pelatih, dan sekolah menjadi bagian penting untuk mengantarkan anak meraih prestasi tanpa mengesampingkan pendidikan. Komitmen tersebut ditunjukkan oleh SDIT Permata Surabaya yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi, baik di bidang akademik maupun olahraga.
Salah satu siswa yang menjadi kebanggaan sekolah adalah M Hafiz Dhiaurrahman. Di usianya yang baru menginjak delapan tahun, Hafiz berhasil meraih satu medali perak dan satu medali perunggu dalam ajang Pari Sakti Diving International Competition 2026.
Pencapaian tersebut mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah. Hafiz dinilai telah menunjukkan semangat berlatih, kegigihan, dan mental bertanding yang patut diapresiasi sejak usia muda.
Kepala SDIT Permata Surabaya, Rina Widya Tantri, menegaskan bahwa sekolah yang beralamat di Jalan Cacat Veteran Nomor 41, Kecamatan Pakal, Surabaya ini berkomitmen mendukung perkembangan potensi siswa secara menyeluruh. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang terstruktur, penyediaan fasilitas yang aman, serta pembinaan karakter dan kedisiplinan.
“Sekolah memberikan kesempatan kepada siswa yang menekuni olahraga di luar sekolah untuk mengikuti latihan maupun kompetisi. Salah satunya melalui dispensasi resmi agar siswa tetap bisa menjalani pembinaan olahraga tanpa kehilangan kesempatan belajar,” ujar Rina Widya Tantri.
Dua Medali Hafiz Jadi Kebanggaan Sekolah
Bagi SDIT Permata Surabaya, keberhasilan Hafiz bukan hanya tentang medali yang dibawa pulang. Prestasi tersebut juga menjadi bukti nyata bahwa potensi anak dapat berkembang secara optimal ketika mendapatkan dukungan yang tepat dari lingkungan sekitarnya.
Sekolah memfasilitasi dispensasi ketika Hafiz harus mengikuti pemusatan latihan (training center) atau kejuaraan. Agar proses belajar tetap berjalan selaras, para guru membantu menyesuaikan tugas dan memberikan materi susulan apabila ada pembelajaran yang tertinggal.
Apresiasi juga diberikan melalui ruang penghargaan di lingkungan sekolah. Langkah ini diharapkan mampu memotivasi siswa lain untuk berani mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi sesuai minat masing-masing.
Pendampingan konsisten ini menjadi krusial mengingat siswa yang menekuni olahraga sejak dini harus mampu membagi waktu antara latihan, pertandingan, istirahat, dan kegiatan belajar. Kehadiran sekolah membantu menjaga agar aktivitas olahraga tidak mengorbankan hak pendidikan anak.
Bukan Hanya Hafiz, Banyak Siswa Torehkan Prestasi
Potensi siswa SDIT Permata Surabaya tidak hanya terlihat di cabang olahraga akuatik. Sejumlah siswa lainnya juga berhasil memboyong prestasi di berbagai bidang, mulai dari renang, taekwondo, dan karate, hingga kompetisi keagamaan serta kegiatan kreatif.
Di cabang renang, Muhammad Arsya Airlangga meraih juara pertama dalam Vaquita Fun Swimming Championship 2026, disusul Bumi Putra Wibowo yang meraih juara kedua pada kompetisi yang sama.
Prestasi gemilang juga datang dari cabang taekwondo. Azril Rahandika Al Fariq meraih juara pertama nomor kyorugi semi prestasi pra-cadet C putra kelas M-38. Capaian serupa diraih Raziq El Muaz Herdianto yang menjadi juara pertama nomor kyorugi semi prestasi pra-cadet C putra kelas M-23 pada Kejuaraan Provinsi Taekwondo Indonesia Piala Gubernur Jawa Timur Antarpelajar 2026.
Dari cabang karate, Hadhira Labibah menyabet dua gelar juara pertama, masing-masing pada nomor kata perorangan SD putri dan kumite SD putri kelas -30 kg dalam International Karate Championship Yogyakarta Open Tournament VI Kemenpora RI Cup. Ibrahim El Abrar Khadafi turut mencatatkan prestasi dalam ajang tersebut dengan meraih juara pertama nomor kumite -30 kg SD kelas 3–4 putra serta juara kedua nomor kata perorangan SD kelas 3–4 putra sabuk hijau.
Sementara di bidang keagamaan dan kreativitas, Nadhira Labibah memperoleh juara harapan pertama Lomba Tahfiz Al-Qur’an Juz 30 Tingkat Jawa Timur pada 3 Oktober 2026. Calya Habibah Burairah meraih juara ketiga Islamic Youth Regional 2 se-Gerbangkertosusila, sedangkan Muhammad Afsarul Malik Arrafif meraih juara kedua Brick Mission Independence Challenge.
Deretan capaian ini memperlihatkan beragamnya minat dan potensi siswa. Pihak sekolah pun terus melakukan pendataan serta memberikan apresiasi secara berkala agar prestasi anak didik berkembang secara berkelanjutan.
Dispensasi Akademik agar Siswa Tetap Berprestasi
Guru Olahraga SDIT Permata Surabaya, Didik Erianto, menjelaskan bahwa dukungan bagi siswa berprestasi tidak berhenti pada pemberian izin mengikuti pertandingan, melainkan disiapkannya penyesuaian akademik secara komprehensif.
Fasilitas penyesuaian tersebut meliputi:
- Izin tidak mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka selama kejuaraan atau pemusatan latihan (training center).
- Kesempatan mengerjakan tugas susulan.
- Penjadwalan ulang ujian susulan.
- Pendampingan khusus dari guru untuk materi pembelajaran yang belum dikuasai.
“Dengan pola ini, siswa tidak perlu dipaksa memilih antara mengejar prestasi olahraga atau mempertahankan capaian akademik. Keduanya dapat berjalan berdampingan melalui komunikasi yang baik antara sekolah, orang tua, dan pelatih,” terang Didik.
Pembentukan karakter juga menjadi pilar utama pembinaan di SDIT Permata Surabaya. Prestasi dipandang harus berjalan seiring dengan kedisiplinan, sportivitas, tanggung jawab, dan akhlakul karimah. Komitmen ini sejalan dengan upaya mewujudkan sports-friendly school atau sekolah yang ramah terhadap atlet muda.
Bidik IOAC 2026, Sekolah Beri Dukungan dan Doa
Tantangan berikutnya kini menanti Hafiz dan atlet-atlet muda SDIT Permata Surabaya. Ajang Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10–13 November 2026 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
SDIT Permata Surabaya berharap Hafiz dapat menjalani pertandingan dengan tenang, fokus, dan menjunjung tinggi sportivitas, dengan tetap mengedepankan kesehatan serta keselamatan atlet.
Sekolah mendoakan agar Hafiz dan seluruh atlet yang bertanding diberi kemudahan serta mampu menampilkan performa terbaiknya untuk membanggakan keluarga, sekolah, dan bangsa Indonesia. Bagi SDIT Permata Surabaya, medali memang sebuah pencapaian, namun proses pembentukan karakter, kedisiplinan waktu, dan ketangguhan mental adalah bekal masa depan yang utama. (*)







