
JAKARTA, PSGunika.Net – Harun Effendy selaku pengurus harian sekolah sepak bola (SSB) dan futsal beserta keluarga besar PSG Soccer School ikut menyambut suka cita atas keberhasilan penggawa Timnas Indonesia meraih juara turnamen FIFA ASEAN Cup 2026, Senin malam (5/10) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Tim Garuda meraih juara lewat drama pertandingan panjang yang mengurus tenaga, juga mental tanding melawan raksasa ASEAN, Thailand. Pasalnya, sempat unggul lewat tendangan bebas Dean James menit 84’, timnas justru lengah dan berhasil dibalas Thailand, yang bersamaan itu bermain 10 orang karena akumulasi kartu kuning kedua (merah).
Penyakit saat bertemu Bangladesh, meski unggul 9-2, tetapi konsentrasi setelah unggul menjadi titik lemah yang berhasil dimanfaatkan Thailand. Bahkan tim Gajah Putih berbalik unggul 1-2 pada waktu tambahan kedua lewat kaki Peeradol Chamrasamee menit 111’ memanfaatkan serangan balik cepat.
Hampir-hampir timnas putus asa, tetapi perjuangan belum berakhir, berkat dukungan ribuan suporter yang hadir di stadion, juga doa ratusan juta rakyat, Indonesia bangkit terlecut oleh gol Elkan Baggot menit ke-116, skor kembali imbang 2-2. Sampai lanjut ke babak tos-tosan.
“Kemenangan ini menjadi momen bersejarah yang sudah dinantikan selama 35 tahun oleh pecinta sepak bola tanah air. Khususnya timnas senior,” ungkap Harun dengan semangat membara.
Menurutnya, Indonesia yang ranking 117 dunia, melawan tim ranking 93 FIFA, terlihat kedisiplinan lini belakang Thailand serta efektivitas serangan balik mereka memang jadi tantangan berat yang mengekspos celah di pertahanan tim Garuda. “Momen ini bisa jadi bahan evaluasi yang sangat berharga untuk perbaikan timnas ke depannya,” tutur pria yang juga tercatat sebagai pengurus Askot PSSI Surabaya ini.
Untuk itu, ia berharap euforia juara timnas ini sekaligus mampu membakar semangat dan motivasi anak-anak didiknya di SSB dan futsal PSG Soccer School, Surabaya supaya semakin giat berlatih demi menjadi generasi penerus timnas selanjutnya.
Sambung mantan Wasit Sepak Bola dan Futsal Nasional yang kini lebih banyak memimpin pertandingan di kompetisi Liga Persebaya tersebut, bahwa kemenangan timnas yang luar biasa sangat dramatis patut disyukuri seluruh rakyat Indonesia, menjadi hiburan tak tertandingi di tengah himpitan ekonomi.
“Momen ini benar-benar menghapus dahaga gelar juara selama 35 tahun bagi Timnas Indonesia senior,” tandasnya. (*)
Catatan Redaksi pada pertandingan final yang penuh tensi dan emosional tersebut:
*Momen Krusial & Pencetak Gol: Dean James membuka keunggulan di menit ke-84 lewat eksekusi tendangan bebas. Dan setelah Thailand sempat membalikkan keadaan 1-2, Elkan Baggott mencetak gol penyeimbang di menit ke-116 memanfaatkan cutback terukur dari Rizky Ridho.
*Dinamika Laga: Meskipun Thailand bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-84 akibat kartu kuning (merah), namun pertahanan mereka tetap solid dan sempat merepotkan Indonesia hingga skor berakhir 2-2 di babak perpanjangan waktu.
*Drama Adu Penalti: Seluruh penendang Indonesia (Kevin Dicks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama) sukses menjalankan tugasnya. Sedangkan penjaga gawang Emil Audero menjadi pahlawan setelah menggagalkan penendang keempat Thailand. Setelah penendang sebelumnya juga gagal karena bola melenceng membentur tiang, skor tambahan adu penalti, 4-2. Indonesia juara meski belum dilakukan tendangan kelima dari kedua tim.
*Euforia di Stadion Utama Gelora Bung Karno terasa kuat hingga ke seluruh pelosok tanah air lewat momen nobar, ini menjadi bukti betapa berartinya trofi FIFA ASEAN Cup 2026 ini bagi rakyat Indonesia.







