
SURABAYA — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh civitas akademika SDIT Permata Surabaya. Tim futsal SDIT Permata Surabaya berhasil menyabet gelar runner-up atau juara kedua dalam ajang bergengsi Islamic Youth Festival (IYF) JSIT Indonesia 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur yang berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 di Bay Arena Kenjeran, Surabaya.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan olahraga berbasis karakter di lingkungan sekolah mampu mencetak atlet muda bertalenta yang tangguh dan bermental juara.
Perjuangan Panjang menuju Podium Provinsi
Perjalanan tim futsal SDIT Permata Surabaya menuju babak final tingkat provinsi dilalui dengan perjuangan ekstra keras. Sebelumnya, mereka harus berlaga pada kompetisi tingkat Regional 2 yang digelar pada 20 September 2026. Babak regional tersebut melibatkan persaingan ketat antarsekolah dari wilayah Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Lamongan, hingga Tuban.
Pada tingkat regional tersebut, SDIT Permata Surabaya berhasil menduduki posisi ketiga. Hasil positif ini sekaligus menyegel tiket bagi mereka sebagai salah satu dari tiga wakil resmi Regional 2 untuk melaju ke tingkat Provinsi Jawa Timur.
Final Sengit Berakhir lewat Adu Penalti
Puncak perjuangan para pemain terjadi di babak final tingkat provinsi saat menghadapi tim tangguh SDIT Qurrota A’yun Ponorogo. Pertandingan berjalan sangat sengit dengan aksi saling serang yang menyajikan tensi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan.
Kedua tim saling membalas gol hingga skor imbang 2–2 bertahan sampai waktu normal usai. Pertandingan pun harus ditentukan melalui babak adu penalti. Dalam laga penentuan tersebut, SDIT Permata Surabaya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0–2.
Meski harus puas di posisi kedua, raihan gelar runner-up tingkat provinsi ini disambut hangat dan menjadi catatan prestasi luar biasa bagi sekolah.
Kunci Sukses: Pemusatan Latihan dan Pembinaan Rutin
Keberhasilan mencapai partai puncak tidak terlepas dari kedisiplinan dan persiapan matang. Menjelang turnamen provinsi, para pemain menjalani Training Center (TC) atau pemusatan latihan intensif selama kurang lebih 10 hari di bawah asuhan pelatih Coach Akbar Tan.
Latihan difokuskan pada penguatan teknik individu, kekompakan tim, taktik permainan, hingga pengasahan fisik dan mental. Tim juga menggelar beberapa laga uji coba (sparing) guna mengevaluasi kemampuan bertanding para siswa.
Selain pemusatan latihan jelang kompetisi, keberhasilan ini disokong oleh program ekstrakurikuler futsal yang digelar rutin setiap hari Jumat. Ekstrakurikuler yang dibimbing oleh Coach Akbar Tan ini bertujuan mengasah bakat serta menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kerja sama tim, tanggung jawab, dan sportivitas.
Komposisi Skuad Tim Futsal SDIT Permata Surabaya
Dalam ajang IYF JSIT Jawa Timur 2026, SDIT Permata Surabaya menurunkan kekuatan terbaik sebanyak 12 pemain:
| Posisi | Nama Pemain |
|---|---|
| Kiper (Goalkeeper) | Moh Zainul Akmal, Elkaizuran Humaisakha Prasetya |
| Anchor | Khalid Haidar Rizky, Muhammad Alwi Loveiego Pasha, Ahmad Mukhtadi |
| Flank (Sayap) | Muhammad Fawwaz Ardhawahyu, Hilbram Maulana Kihali Habib, Bintang Prawira Ismaya Putra, Alfatih Tsaqif Aryasetia, Muhammad Ghibran As Zafier |
| Pivot | Laskar Ramadhan Ashofa, Muhammad Rasyid Rabbani |
Menatap Masa Depan Prestasi Sekolah
Ajang IYF JSIT Indonesia 2026 sendiri merupakan wadah apresiasi bakat, prestasi, dan karakter generasi muda Islam yang mempertandingkan kelompok usia SD U-12, SMP U-15, dan SMA U-18 se-Jawa Timur.
Capaian sebagai runner-up ini diharapkan menjadi pemicu semangat dan motivasi bagi para siswa untuk terus giat berlatih. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, SDIT Permata Surabaya optimistis dapat terus melahirkan generasi berprestasi pada ajang-ajang berikutnya. (*/Herlambang)







