PSGnews

the Lava Pijar

JATIM PERS RILIS

Keparprov Jatim 2025 Diwarnai Prestasi dan Kesetaraan

Keparprov Jatim 2025
Pertandingan bola voli oleh para penyandang disabilitas pada Keparprov Jatim 2025 di Surabaya, 4-7 Desember. (dok/IST)

SURABAYA, PSGunika.Net — Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI) Provinsi Jawa Timur telah resmi menutup penyelenggaraan Kejuaraan Paralimpiade Provinsi Jawa Timur (Keparprov Jatim 2025) yang berlangsung pada 4–7 Desember 2025 di Surabaya.

Banner PSG Unika Net

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta kerja sama strategis dengan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yang menjadi tuan rumah seluruh pertandingan dan fasilitas pendukung.

Keparprov Jatim 2025 diikuti 435 peserta dari 32 Kabupaten/Kota, terdiri dari atlet, pelatih, dan ofisial. Kompetisi mempertemukan atlet dalam tiga cabang olahraga: Para Atletik, Boccia, dan Bolavoli Duduk.

Pembukaan Resmi dengan Dukungan Pemerintah Daerah dan Mitra Akademik

Pembukaan kegiatan berlangsung Jumat, 5 Desember 2025 pukul 19.00–20.30 WIB di Hall Vision Mawar Sharon — Marvell City/ Midtown Residence, Surabaya.

Acara pembukaan dihadiri oleh:

  1. Dr Muhamad Hadi Wawan Guntoro (Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur)
  2. Prof Dwi Cahyo Kartiko (Wakil Rektor IV Universitas Negeri Surabaya)
  3. Imam Kuncoro (Ketua NPCI Provinsi Jawa Timur)
  4. Mayor Inf M Bahri (Bidang Humas NPC Indonesia)

Banner PSG Unika Net

Selain itu hadir pula para pengurus NPCI Kabupaten/Kota, tenaga kepelatihan, ofisial, dan atlet dari seluruh daerah peserta.

Spirit Keparprov Jatim: Ajang Seleksi, Data, dan Masa Depan Pembinaan

Ketua NPCI Jawa Timur, Imam Kuncoro, dalam pernyataan resminya menyampaikan bahwa Keparprov tahun ini bukan hanya agenda kompetisi, tetapi juga bagian dari arsitektur pembinaan olahraga disabilitas berbasis data, sport science, dan kolaborasi lintas lembaga.

“Keparprov adalah ruang penting untuk memetakan kekuatan daerah, memperbarui database atlet, dan memastikan pembinaan berjalan secara ilmiah, berkeadilan, dan berkelanjutan. Prestasi bukan hasil kebetulan, prestasi lahir dari kesempatan yang setara, pelatihan yang benar, dan sistem yang kuat,” tegasnya.

NPCI Jawa Timur juga menyampaikan kesiapan untuk berkontribusi dalam penyusunan Peraturan Daerah Keolahragaan dan Peraturan Gubernur tentang Desain Olahraga Daerah, agar olahraga disabilitas memiliki posisi yang jelas dalam kebijakan publik.

Perolehan Juara Keparprov Jatim

Banner PSG Unika Net

Berdasarkan hasil pertandingan, ditetapkan peringkat akhir kontingen sebagai berikut:

Juara Umum: Kota Surabaya
Juara 2: Kabupaten Blitar
Juara 3: Kabupaten Kota Kediri
Harapan I: Kabupaten Sidoarjo
Harapan II: Kota Batu
Harapan III: Kabupaten Kediri

(Perolehan medali terlampir pada dokumen resmi terpisah)

Catatan Pelaksanaan

  • Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, profesional, dan sportif.
  • Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman regulasi pertandingan sesuai standar NPC Indonesia.
  • Enam daerah belum berpartisipasi, dan hal ini menjadi agenda evaluasi bersama mengenai pemerataan pembinaan di wilayah Jawa Timur.

Pernyataan Pengarah Kegiatan: Prestasi sebagai Tanggung Jawab Moral

Sebagai bagian dari pesan publik dalam penyelenggaraan Kejuaraan Paralimpiade Provinsi Jawa Timur Tahun 2025, Pengarah Kegiatan Roy Agustinus Soselisa, M.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan ini tidak hanya diukur melalui jumlah medali dan pencapaian teknis, tetapi juga melalui komitmen nilai yang dibangun di dalamnya.

Dalam momentum kegiatan ini, beliau juga menggarisbawahi pentingnya solidaritas nasional dan kepedulian sosial, khususnya terkait bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera. Menurut beliau, olahraga prestasi harus tetap berdiri dalam kesadaran empati dan keberpihakan terhadap sesama.

Beliau menyampaikan: “Prestasi bukan sekadar podium atau perolehan medali—ia adalah perjalanan nilai. Kita boleh menyelesaikan pertandingan hari ini, tetapi komitmen untuk membina, menghormati martabat manusia, dan hadir bagi sesama tidak boleh berhenti. Keparprov ini bukan hanya kompetisi—ia adalah pernyataan bahwa kita bergerak bersama, membangun harapan.”

Dengan demikian, Keparprov Jatim 2025 menjadi ruang bukan hanya untuk meraih prestasi, melainkan juga memperkuat nilai kemanusiaan, pembinaan yang berkelanjutan, dan tanggung jawab moral bersama dalam membangun ekosistem olahraga disabilitas di Indonesia. (*Harun)

Visited 58 times, 1 visit(s) today
Spread the love

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page