

SIDOARJO (SG) – Tim sepak bola TEO mengunci gelar juara Liga Persebaya U-16 di tikungan terakhir menyalip Pelindo setelah menang 3-0 Haggana, Sabtu (8/11/2025) kemarin di Lapangan Brigif 2, Sidoarjo.
Tiga gol kemenangan TEO diborong oleh M Alief dengan mencetak hattrick. Sementara Pelindo kompetitor puncak klasemen yang bertanding di Lapangan Angkasa Pura, menelan kekalahan 0-2 dari Al Rayyan. Meskipun sepanjang laga tampil dominan.
Pertandingan wajib menang disinyalir membuat pemain Pelindo tergesa-gesa melakukan finishing. Sedangkan Al Rayyan yang tanpa beban, mampu memaksimalkan dua kali momen counter attack.
Dengan hasil tersebut, posisi terakhir, TEO menyodok ke posisi puncak, capolista Liga Persebaya U-16. Menyusul berikutnya Pelindo anjlok di posisi runner-up dan Al Rayyan ranking ketiga.
Asisten Pelatih TEO, Mochamad Rochim usai pertandingan mengaku bersyukur tak terhingga. Pasalnya, dalam beberapa pekan, anak asuhnya sempat mengalami penurunan performa dan peringkat klasemen.
“Pertama-tama syukur Alhamdulillah TEO bisa meraih prestasi juara satu Liga Persebaya (LP) U-16. Kurang lebih telah mengarungi delapan bulan lamanya kompetisi,” katanya usai closing Ceremony di Lapangan Brigif, Minggu (9/11) sore.
CR, sapaan akrab Mochamad Rochim menambahkan, sebetulnya regulasi U-16 ini kelahiran 2009. Tetapi mayoritas pemain TEO, kelahiran 2010.
“Timnya memiliki talenta-talenta bagus, sehingga banyak yang masuk di PFL (Persebaya Future Lab, red). Sebetulnya ada 10 anak, namun ada dua yang tidak bisa, jadinya sisa delapan,” tambahnya.
Flashback ke belakang, sambung CR, selama mengikuti LP ini, TEO hampir tidak pernah menghuni papan atas. Syukur Alhamdulillah musim 2025 ini, dengan manajemen baru pimpinan bapak Asmianto (baca: Bos Gito), TEO bisa mencapai juara pertama.
“Kebetulan di U-16 ini, saya duet dengan Coach Juan Revi. Dan saya asistennya. Maka prestasi Ini sebagai bekal saya untuk ke depannya bisa mengambil kursus lisensi B,” ungkapnya.
Lebih jauh, menurut CR, gelar juara ini didapat melalui tiga faktor. Yakni, pelatih bagus, juga pemain bagus, dan sedikit keberuntungan. Ketiganya ini ada pada tim TEO.
“Mendekati akhir kompetisi, sebenarnya sempat melorot ke ranking 4. Tapi dengan motivasi tinggi, pelatih dan manajemen mampu membangkitkan semangat juang anak-anak. Sehingga sampai akhir musim meraih poin penuh semua,” tandasnya.
CR menjelaskan, bahwa format 2025 ini menggunakan sistem kompetisi penuh. Mainnya hari Sabtu dan Minggu. Modelnya kayak EPA (Elite Pro Academy, red) Liga 1.
“Coach Juan Revi saat ini memegang juga peserta Liga 3 Nasional, Rans United. Dan homebase TEO di Lapangan Colombo, latihannya setiap hari Selasa, Kamis dan Minggu,” pungkasnya. (har)



































