

NGANJUK, PSGunika.Net – Melakoni laga perdana grup A Liga 4 Piala Gubernur Jatim musim 2025/2026, PSHW Ponorogo unggul 3-1 (1-0) melawan FC Pare Kediri, Sabtu sore (6/12/2025) di Stadion Gelora Bung Sumardji. Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal.
Melansir Radarlawu, kedua kesebelasan terpaksa memainkan bola-bola direct. Karena kondisi rumput di beberapa titik terdapat genangan air setelah hujan deras mengguyur. Makanya mengoptimalkan bola-bola panjang di Liga 4 Jatim kali ini.
Kendati demikian, anak-anak PSHW Ponorogo tampil tenang dan efektif. Makanya, tim dengan jersey kuning ini akhirnya leading 1-0 hasil tendangan bebas pemain NPG 7. Tembakannya mengarah ke pojok gawang lepas dari jangkauan kiper FC Pare. Skor bertahan sampai turun minum.
Lanjut babak kedua, PSHW semakin agresif. Tekanan intens kembali membuahkan hasil menit 52’, sehingga mengubah skor menjadi, 2-0.
Dan lagi-lagi pemain bernomor punggung 7. Yang mana berhasil mencetak gol keduanya pada pertandingan ini.
Selanjutnya giliran FC Pare membalas dan menipiskan skor menjadi 2-1 lewat pemain NPG 23. Ini setelah lepas dari jebakan ofsaid para pemain PSHW Ponorogo pada menit 62’.
Gol itu seolah-olah melecut semangat tim FC Pare buat bangkit. Tetapi sayang, menit 83’, PSHW kembali menemukan momentum melalui pemain bernomor 23 memanfaatkan kemelut, sekaligus memastikan kemenangan PSHW Ponorogo.
PSHW Ponorogo memimpin klasemen sementara grup A, hanya selisih gol dari Persedikab Kediri. Di mana, keduanya sama-sama meraih kemenangan pada laga pembuka masing-masing.
Apabila mampu mempertahankan performa, PSHW Ponorogo bakal menjadi tim favorit melaju ke fase berikutnya dari grup A. Rencananya pekan depan kembali bertanding.
Dalam kesempatan itu, Romanus Seran Bria selaku pelatih kepala PSHW Ponorogo, mengatakan, bahwa ertandingan melawan FC Pare, permainan one two anak asuhnya memang luar biasa, sehingga membuat lawan tertekan.
“Passing, suplai bola, permainan luar biasa, saya sangat puas dengan kualitas permainan anak-anak. Dengan dukungan supporter, juga penonton sama menyaksikan permainan kami bagus,” katanya.
Ia menambahkan, kalau anak-anaknya juga puas. Alasannya, karena hanya satu dua pemainnya yang cedera hamstring (kecapean,red). Sedangkan FC Pare ada banyak pemainnya cedera.
“Sebagai pelatih kepala, menilai permainan anak-anak luar biasa. Mereka punya pressing dan kecepatan. Ini ada dalam permainan tim,” ungkap pria lulusan kepelatihan Thailand ini. (Redaksi)



































