

SIDOARJO, Psgunika.net – Para pemain yang tergabung dalam agensi Attitudo Sport Management kembali turun ke lapangan hijau memanasi mesin masing-masing. Pasalnya, semenjak berakhir babak penyisihan grup 69 besar Liga 4 Regional Jawa Timur 2025/26 pekan lalu, utamanya yang timnya gagal lolos, otomatis pemain juga libur latihan.
Sedangkan, bagi mereka yang timnya lolos ke fase 32 besar. Maupun yang ikut Liga 3, otomatis juga masih latihan di klubnya masing-masing. Termasuk para pemain dengan agensi Attitudo yang bermain di luar Jawa Timur, bahkan luar pulau Jawa.
Karenanya, sejumlah pemain yang ‘nganggur’ ini, mereka hadir untuk melakoni laga friendly macth versus tim Sylva FC Kalteng. Yang mana, dari informasi yang beredar saat di lapangan, Sylva ini sedang menjalani TC untuk persiapan Liga 4 regional provinsi Kalimantan Tengah.
Tampak mendominasi, yakni para pemain Semut Hitam, anggota kompetisi Liga Persebaya mulai U-16 sampai senior. Selain itu, juga adanya pemain kunci Semut Hitam saat menjadi runner-up Liga 4 Piala Wali Kota Surabaya 2025 lalu. Seperti, Ficki Dwi Prastio, dan Muhammad Kahfi ‘de’ Rossi Satria Hantaliandy.
Terlihat juga, ikut bermain, Imansyah ‘Nyong’ Hari Saidin. Manajer Attitudo ini bermain sebagai gelandang serang. Sekaligus meminta de Rossi untuk mengawal posisi bertahan sebagai stopper kembar.
Sementara pertandingan ini, tertunda hingga jam 16.15 WIB. Karena jelang kickoff lapangan terguyur hujan lebat. Sehingga kedua kesebelasan terpaksa berteduh di pinggiran lapangan. Di sisi lain, Sylva sendiri asuhan Legenda Persebaya, Nugroho Mardiyanto.
Pluit babak pertama, akhirnya ditiup wasit. Tim Attitudo langsung menekan ke jantung pertahanan Sylva FC Kalteng lewat umpan-umpan panjang. Namun, lapangan yang tergenang air merata, aliran bola selalu tersendat.
Bahkan, de Rossi, yang dua kali melakukan tendangan gawang tidak bisa maksimal, akhirnya di dua kali kesempatan berikutnya, tampak meminta kiper mendorong sedikit, lalu dia melakukan juggling, baru menendang jauh ke depan saat dihampiri penyerang Sylva FC.
de Rossi sendiri, saat bermain di babak pertama. Berhasil melakukan intersep bola atas tiga kali, sekali tekel, dan sekali blocking. Ia pun tak segan menunjukkan skill mengolah bola, lalu memberikan longpass mematikan ke depan. Serta satu cukitan bola tepat di kaki Sang Manajer ‘Nyong’. Tapi sayang masih dapat dipatahkan pemain bertahan Sylva.
Berawal dari keberhasilan membaca serangan lawan, maka tercipta situasi counter-attack berbahaya. Permainan satu lawan satu penjaga gawang, dengan mudah pemain sayap kiri (entah siapa namanya dari kejauhan, red). Dan gol ini membawa Attitudo unggul sementara, 1-0, sekaligus mengakhiri peluang demi peluang yang tercecer sebelumnya.
Unggul satu gol, de Rossi menginstruksikan rekan-rekannya untuk bermain lebih maju lagi, ke setengah lapangan. Sejenak upaya ini berhasil, tetapi perlahan Sylva mampu keluar dari tekanan dengan melancarkan serangan balik cepat.
Tercata tiga kali, mampu meneror gawang Attitudo. Tetapi ketiganya gagal, yang satu berhasil ketangkap kiper, dua lainnya ke samping gawang.
Sylva FC Kalteng, yang duduk di bench tamu. Berhasil mencetak gol balasan semenit jelang bubaran di babak pertama. Gol berawal dari sepak pojok ‘kontroversial’. Pasalnya, wasit memberikan tendangan sudut, saat bola masih dalam penguasaan di dalam lapangan.
Di sela itu, Attitudo memasukkan kiper pengganti dari tim Semut Hitam U-16 musim ini. Alih-alih bola tendangan sudut berhasil dia tangkap di udara, namun bersamaan juga sundulan penyerang Sylva. Kiper pun terjatuh bersama bola. Dan wasit mensahkan gol. Skor berubah imbang, dan sejengkal kemudian waktu habis di babak pertama.
Pada saat akan memulai babak yang kedua. Ternyata tidak melanjutkan pertandingan, wasit juga tidak memahami kenapa. Yang jelas, masih ada 6-7 pemain cadangan Attitudo yang belum bermain. Dugaan di lokasi, hari menjelang gelap (Maghrib, red). Atau khawatir keselamatan pemain, karena faktor lapangan yang tergenang air. “Kasihan anak-anak, ada yang belum main, jauh-jauh datang,” ucap singkat Nyong. (Hef)



































