

SIDOARJO (SG) – Askab PSSI Sidoarjo melalui Ketua Umum Puji Daryo mengaku all out untuk mengawal semua penyelenggaraan pertandingan BLiSPI Youth Cup IV 2025. Hal ini, karena ketempatan sebagai tuan rumah tingkat nasional di Jawa Timur.
“Sebagai tuan rumah. Semua pengurus lini Askab PSSI Sidoarjo, sigap untuk membantu menyiapkan segala keperluan turnamen BLiSPI Youth Cup IV ini,” katanya usai pelaksanaan tendangan pertama, Jumat pagi (14/11) di Stadion Jenggolo.
Tentunya sejak awal, sambung Puji Daryo, karena semua rekomendasi sudah berjalan semuanya. Maka para pendukung penyelenggaraan, baik sarana dan prasarana itu sudah kami dipersiapkan semua.
“Karena Sidoarjo sebagai tuan rumah, dari teman-teman askab dan juga dukungan pemkab. Kita all out sepenuhnya mengawal jalannya pertandingan mulai awal hingga akhir turnamen berjalan lancar,” tegasnya.
Menyikapi kejuaraan sepak bola usia dini ini, Puji Daryo berharap, bahwa semua atlet dan tim dalam mencapai prestasi tertinggi selalu mengedepankan sportivitas. Selain itu, dia juga meminta pemerintah hadir.
“Kalau melihat BLiSPI ini berangkatnya dari pelajar. Jadi nanti pemain-pemain yang punya prestasi yang baik. Mungkin negara bisa hadir memberikan ruang pendidikan gratis. Artinya bisa seimbang pendidikan dengan prestasi olahraga khususnya di sepak bola,” tukasnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum BLiSPI Subagja turut mengapresiasi pelaksanaan Youth Cup ini di Sidoarjo. Menurutnya, kejuaran tingkat nasional di Jawa Timur ini disambut baik oleh ketua tingkat provinsi se-Indonesia.
“Dan kami sudah juga sudah membentuk pengurus kabupaten/kota di 38 provinsi,” katanya.
Sebelumnya, melalui bimbingan teknis dan kesepakatan bersama, juga melantik para pengurus di 38 provinsi. Sekaligus menggelar BLiSPI Youth Cup IV ini, dengan tuan rumah Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Sidoarjo.
“Event ini menandai dukungan dari teman-teman di seluruh Indonesia, bagaimana bisa sukses. Dan alhamdulillah seperti dapat kita lihat, bagaimana pembukaan berlangsung meriah. Antusias pemain, pelatih, orang tua dan manajer. Serta seluruh lapisan masyarakat yang hadir,” ujarnya.
Flashback ke belakang. Sebenarnya event BLiSPI sudah hadir sekitar 15 tahun bermula 2013 silam. Kala itu identik dengan Piala Menpora. Sudah hampir ketujuh kali. Kemudian pada saat pandemi berhenti sejenak. Baru mulai lagi pada Youth Cup I di Gresik, Jawa Timur tahun 2022.
“Kemudian yang kedua di Semarang, Jawa Tengah. Lalu Jawa Barat, dan di 2025 ini kembali ke Jawa Timur. Di mana sudah menjadi agenda tahunan kembali,” terang Subagja.
Para peserta ini perwakilan terbaik dari masing-masing provinsi. Setelah melewati kejuaran di tingkat kabupaten/ kota. Cuma ada provinsi yang tidak mengirim wakilnya, karena terkendala waktu persiapan maupun biaya. Ada juga faktor cuaca.
“Maka untuk mengisi kekosongan itu, juga ada peserta dari SSB dan akademi dari Jawa Timur,” ungkapnya.
Terdapat 4 kategori turnamen, yakni U-10, U-12, U-14 dan U-16. Setiap provinsi tidak diwajibkan untuk ikut semua. Tetapi minimal ikut salah satu kategori.
“Dan alhamdulillah dari 38 ini ada 28 provinsi yang berpartisipasi. Sisanya misalnya dari Papua, karena faktor biaya dan cuaca. Akhirnya diisi dari tim tuan rumah Jawa Timur,” paparnya.
Berikutnya total atlet yang terlibat sekitar 3.100 pemain, dari tim U-10 ada 20 tim, U-12 ada 24 tim. Kemudian U-14 ada 32 tim, dan U-16 ada 28 tim.
Kegiatan ini berlangsung tanggal 14-16 November di 10 lapangan untuk usia 10, 12 dan 14. Sedangkan U-16 di Stadion Jenggolo. Di antaranya ada lapangan Pagerwojo, Sumput, Sumberwaras, dan lain sebagainya di Sidoarjo.
“Tujuan adanya kejuaraan ini, BLiSPI dari awal berkomitmen untuk mencetak pemain timnas pelajar. Dan nanti ending-nya timnas Indonesia. Ini ada beberapa pemain yang terlahir dari BLiSPI,” jelasnya.
Tak lupa, ia juga berpesan sebagai ketua umum kepada anak-anak muda, agar rajin berlatih dan tidak gampang putus asa untuk maju.
“Terutama bagi anak-anak yang ingin menjadi pemain profesional. Karena kita butuh proses yang panjang. Jadi yang sabar, mental yang kuat. Itulah akan tercapai misinya menjadi pemain nasional,” pungkas Subagja. (har)



































