

PSGunika.Net – Hari Minggu (30/11/2025) pagi, latihan reguler SSB PSG Soccer School di Lapangan Poltekpel, Gununganyar, Surabaya masih dengan pelatih lulusan kepelatihan Thailand, Romanus Seran Bria. Ini menyambung materi pada pekan sebelumnya.
Di tengah lapangan, Romanus mengatakan, agar para siswa PSG Soccer School fokus menerima materi. “Butuh fokus, karena simulasi ini rangkaian latihan sebelumnya. Terlihat bagus saat mengaplikasikan bersama,” katanya.
Anak-anak the Lava Pijar, julukan PSG juga tampak antusias. Terutama jelang sesi game. Yakni teknik squad yang mengkombinasi dengan lari mirip gaya pelari. Berupa tangan mengepal dan mengayunkan saat lari, juga paha diangkat.
Selanjutnya ada aba-aba stop! Dan seketika, semua berhenti lari sesuai gerakan terakhir. Mirip pantomim. “Kalau sering melakukan, ini juga melatih otot paha, serta mendorong cara berlari yang benar,” terangnya.
Semenjak mendatangi sejumlah SSB di Jawa Timur. Termasuk juga memberikan coaching clinic di PSG ini, Romanus mengaku mulai adanya permintaan baik di dalam maupun luar Jawa.
“Saya percayakan ke rekan saya. Nanti kalau ada penawaran memberikan coaching clinic. Supaya saya fokus melatih saja,” tuturnya.
Dia hanya berharap dengan waktu sedikit di Indonesia. Nantinya pelatihan sepak bola modern bisa bermanfaat. Pasalnya, setelah tahun baru 2026. Dia bakal balik ke Thailand dengan sejumlah akademi maupun klub profesional.
“Ada Assumption United, juga melatih di Inter Thailand. Ada juga klub Minburi FC. Dan kalau Jepang di FC Regate,” ungkapnya.
Dengan pengalaman melatih grassroot di luar negeri. Tentu saja, baik SSB maupun akademi di Jawa Timur khususnya dan Nusantara. Wajar mencoba untuk mengundang. Tetapi, saat ini, yang pasti menangani klub liga 4 PSHW Ponorogo.
“Kalau teman-teman, berminat mengundang saya. Bisa menghubungi manajemen SSB PSG Gununganyar. Atau kontak media ini. Sementara itu, yang sedang kami jajaki. Tahun depan, mungkin ada program lain. Tapi saat ini terpenting, mensukseskan proses trial pemain muda deRossi, juga ada lainnya. Seperti Emmanuel dari Biak ke Thailand,” pungkasnya. (Redaksi)



































