

SURABAYA (SG) – Klub Unika FS berhasil mengakhiri kompetisi Divisi Utama Liga Futsal AFK Surabaya di posisi keempat klasemen akhir, Sabtu (15/11/2025) kemarin.
Posisi empat besar menjadi prestasi optimal Unika FS. Ini kalau berkaca pada penampilan belakangan yang sering kekurangan pemain.
Seperti pada laga terakhir melawan Al Ahly. Unika kalah telak, 0-14. Bukan hal aneh, karena hanya 5 pemain yang datang berjuang termasuk seorang kiper.
Semula masih mampu menahan Al Ahly yang full team, hanya kemasukan 3 gol. Tetapi keluarnya Kahfi deRossi setelah menerima kartu kuning kedua. Akhirnya meninggalkan lobang besar.
“Wasit terlalu muda untuk memimpin pertandingan divisi utama. Kecewa. Kontroversial memberi kartu. Siapa yang tiup, siapa yang kasih kartu. Apalagi, saya juga tidak menyentuh lawan. Asal kartu, ditanya alasan, nggak bisa jawab. Kurang jeli dan pengalaman,” umpat deRossi.
Karenanya, dia meminta ke depannya. Harus melihat kualitas pertandingan. Sehingga pemain tidak merasa dirugikan oleh keputusan wasit.
Terpisah, Harun selaku asisten manajer, meski kalah besar, mengaku bersyukur bisa menyelesaikan semua pertandingan. Ini tak lepas dukungan Auto Unika Mekanik.
“Kalau mau berpikir jernih. Pak Manajer termasuk baik dan langka. Karena sudah mau memberikan wadah bagi atlet futsal, utamanya di liga resmi. Sehingga pada saat ada seleksi pemain nasional juga bisa partisipasi. Ini yang harus dipahami. Setiap tim punya target masing-masing. Sebagai pendatang baru, internal memang menjadi fokus kami. Maka musim depan kami akan melakukan evaluasi menyeluruh termasuk ofisial,” terang Harun.
Tak lupa, pembina SSB PSG Soccer School ini, juga menyampaikan apresiasi kepada pelatih, ofisial dan pemain yang konsisten dan komitmen menyelesaikan kompetisi. “Insyaallah kami akan melaporkan kepada pimpinan,” tukasnya.
Sementara itu, pada pekan ini sekaligus melakukan awarding divisi utama. Dan launching laga perdana divisi satu.
Pada saat technical meeting di sebuah rumah makan di kawasan Manyar, Kamis (13/11) malam, Ketua AFK Abdullah bersama jajarannya bertekad melakukan program pembinaan dan pengembangan futsal surabaya.
“Salah satunya adalah memberikan ruang dan waktu bertanding pada ajang turnamen resmi yg diselenggarakan oleh federasi AFK Surabaya dalam bentuk liga. Saya benar-benar berupaya agar turnamen seperti ini terus terlaksana secara konsisten termasuk di usia dini usia 16 tahun kebawah,” bebernya.
Untuk divisi satu terbagi 3 grup dengan total 9 tim. Nanti yang lolos semifinal dari juara dan runner-up terbaik. Sekaligus lolos divisi utama musim depan 2026. (red)
Berikut 9 peserta divisi satu:
- Akademi Futsal Mitra Surabaya (AFMS)
- Bintang Barat
- Squadra
- LSA Futsal
- Espirito
- ANB
- Suro
- Indonesia Heroes
- Great Wall



































