
SURABAYA, PSGunika.Net – Sempat memimpin skor 2-1 pada menit ke-13, pertahanan Unika FS, berbalik dibuat tak berdaya Al Ahly menjelang menit-menit akhir di babak kedua turnamen futsal Surabaya Rising Champhionship (SRC) U17 Road to Porprov 2027 di lapangan indoor GBT, Minggu (20/9/2026) pagi 09.00 WIB.
Jalannya pertandingan antara Unika FS dan Al Ahly sendiri berlangsung sengit di babak pertama hingga berakhir dengan skor imbang 2-2. Bahkan tim berjuluk Laskar Kalimas itu, tertinggal dulu menit 10’, sebelum akhirnya membalas membalik kedudukan menit 12’ dan 13’ lewat kaki Effendi dan William.
Meski sayang harus kembali kebobolan menit ke-15, hingga skor imbang tercipta menutup paruh waktu 20 menit babak pertama.
Sementara itu, Unika FS yang duduk di bench tuan rumah memakai jersey ungu-ungu, sedangkan Al Ahly mengenakan warna putih hijau.
Al Ahly bermain percaya diri dengan mengambil inisiatif menyerang dan menciptakan sejumlah peluang. Namun tembakan mereka sempat membentur mistar, serta berhasil digagalkan oleh kiper Unika, Wahyu, yang tampil baik.
Terlihat kedalaman skuat Unika sedikit timpang dibanding Al Ahly yang tampak bermain lebih matang. Rotasi pergantian empat pemain sekaligus di kubu tamu relatif seimbang, sehingga cukup menekan pertahanan Unika.
Bertubi-tubi mendapatkan tekanan konsentrasi Unika akhirnya pecah di babak kedua menit ke-24 kembali kemasukan, skor berubah 2-3 untuk Al Ahly.
Dalam situasi itu, Wahyu menjadi satu-satunya pemain di bawah mistar yang bermain bagus. Tetapi lini pertahanan Unika FS terus mendapat tekanan hebat dari Al Ahly sepanjang babak kedua hingga akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 2-6.
Menit 36’ Wahyu yang berulang kali menjadi benteng terakhir Unika mulai mengalami kelelahan hingga harus memungut bola untuk keempat kalinya.
Dan menit 37’ hanya berselang satu menit, Unika kembali kebobolan dan semakin tertinggal jauh, dengan penampilan kiper pengganti.
Selanjutnya menit 39’, Al Ahly menutup pundi-pundi golnya untuk mengunci kemenangan yang fantastis, mengalahkan rival sesama peserta Divisi Utama Liga Futsal AFK Surabaya musim 2025 lalu yang luar biasa. Lewat gol-gol cantik dari kaki Ariel (2) dan menyumbang masing-masing satu gol, yakni Dhika, Tomifa, Maulana dan Dimas.
Dari pantauan awak media, ketahanan fisik menjadi masalah krusial bagi skuad Laskar Kalimas. Selain itu, scanning yang lemah, transisi yang lambat, serta kerap kalah dalam duel satu lawan satu membuat Al Ahly begitu leluasa memainkan tempo permainan.
Setelah pertandingan head coach Agie Renata, tampak mengevaluasi para pemainnya dengan hal-hal mendasar seperti kurangnya komunikasi, gampang kehilangan bola, terlalu lama menahan bola, hingga salah passing.
Sebagai tim yang baru dibentuk lewat hasil seleksi, anak-anak Unika memang belum menjadi lawan sepadan skuat Al Ahly. Apalagi tampil di kasta tertinggi kompetisi futsal di Kota Pahlawan, wajar mengalami demam panggung di laga pembuka.
Di sisi lain, tampil di depan pelatih kepala tim futsal Surabaya, pemegang emas Porprov Jawa Timur, tentunya bukan hal mudah. Karena dari kompetisi ini, mereka bersaing ketat untuk menjadi bagian tim Surabaya guna mempertahankan emas sebagai tuan rumah tahun depan, Porprov Jatim X 2027 di Surabaya.
Anak-anak Unika bukan tim lemah, masih ada pertandingan selanjutnya pekan depan yang harus diselesaikan.
Karena meski kalah di laga ini, namun masih banyak pertandingan di depan, dengan dukungan Auto Unika Mekanik, saat memasuki kompetisi sesungguhnya Liga Futsal AFK Surabaya, bisa berkolaborasi dengan para pemain senior membangun tim lebih solid.
Diketahui, dua pemain senior dan berpengalaman tahun lalu, Wahyu dan Raja, memang terlihat menonjol berkat pengalaman mereka musim lalu. Hari ini adalah laga pra musim, menjadi titik awal, evaluasi terus membangun skuat terbaik, dan selalu ada kesempatan setiap pemain untuk berkembang.
“Persiapan kami sangat mepet, terlihat anak-anak juga nervous, pertandingan tidak mudah, karena lawan Al Ahly terlihat matang dan berpengalaman,” ucap ofisial Unika Indra Wijayanto mewakili manajer tim Wahyu Hidayat. (*)







