

SURABAYA, PSGunika.Net – Senpai Yopy, guru SDN Semolowaru 1, dalam upaya mengurangi kebiasaan muridnya bermain hape, maka dia mendorong untuk gemar latihan berolahraga, utamanya olahraga beladiri karate.
Dia pun dibantu rekan sejawatnya membuka latihan karate kelas pemula sabuk putih. Dan hingga berita ini rilis, sudah tiga bulan lamanya menggelar latihan di area SWK Semolowaru, Kecamatan Sukolilo, Surabaya.
Hasil pantauan media ini, tampak tingkah polah lucu menggemaskan murid Senpai Yopy. Terlihat memang seumuran SD mulai kelas satu.
Nah secara kebetulan di lokasi yang sama berlangsung pertandingan futsal antar kelurahan usia 15 tahun. Di mana sponsor Anugrah Unika Mekanik, juga hadir Direktur Tatag Triwibowo.
Hal itu menarik Tatag untuk berbincang, karena kebetulan juga selaku Pembina FORKI Kota Surabaya. Selain juga memiliki Dojo Karate Seno Sakti di Kupang Segunting Pandegiling.
Oleh karena juga sama-sama bernaung di bawah panji Perguruan Karate Inkai, obrolan spontan pun berlangsung gayeng.
“Kebetulan juga membina karate pemula, supaya ada saling belajar, berikutnya bisa mengagendakan sparing. Agar tidak jauh-jauh, atau tergesa-gesa ikut kejuaraan,” ujar Tatag di sela-sela obrolan.
Sementara itu Senpai Yopy menjelaskan bahwa latihan di dojonya ini setiap hari Senin, Kamis, Jumat dan Sabtu, tiap pulang sekolah bagi anak-anak yang ingin olahraga karate tapi bisanya sore.
“Latihan sudah tiga bulan ini, pemula sabuk putih. Kalau malam nggak bisa latihan karate,maka sorenya bisa ikutan di sini,” katanya.
Muridnya adalah anak-anak SD, kebanyakan warga sekitar Semolowaru, campuran, yang semuanya pemula. Sedangkan dia juga kebetulan ngajar SDN Semolowaru 1 persis di samping SWK.
Yopy memberikan tips latihan buat anak-anak, yakni supaya tidak terlalu menekan, atau memaksa, tapi harus telaten, perlahan.
“Jangan sampai jenuh, makanya di karate itu bermainnya ada, juga ada seriusnya. Supaya mereka nggak jenuh, tetap senang berolahraga beladiri karate,” tuturnya.
Selain itu Yopy juga memberikan motivasi dalam melatih anak-anak ini supaya bisa menjadi atlet karate ke depannya.
“Sebagai pelatih saya ingin menyampaikan agar anak-anak tetap senang berlatih dan tidak jenuh, begitu saja. Karena ini nanti ke depannya ada jenjang, sehingga tidak sia-sia latihan. Selain itu juga mengurangi kebiasaan negatif main hape lama-lama,” pungkasnya. (har)



































